Manusia

Manusia selalu merasa kurang

Manusia selalu ingin lebih terhadap sesuatu, bener ga ?

Pasti kalian pernah lihat kan meme yang ada dimana-mana pernah bersliweran entah di Facebook, Instagram atau Twitter, kan ?

Agar kalian punya bayangan kalau kalian lupa, gini, ada orang yang memiliki sepeda melihat seseorang mengendari Motor dan ingin memiliki Motor itu, kemudian yang mengendari Motor melihat mobil disebelahnya ia juga ingin bisa mengendarai Mobil tersebut dan yang mengendarai mobil tersebut melihat pesawat dan ia ingin bisa menaiki pesawat tersebut

Ya, artinya manusia memang seperti itu, ga akan pernah puas akan sesuatu, ingin lebih lebih dan lebih

Serta manusia selalu merasa dirinya kurang, suka membandingkan dirinya dengan orang lain, kenapa manusia bisa seperti ini ya ?

Tentunya itu adalah hal yang sangat buruk kan ? buruk juga untuk diri sendiri karena bisa menghakimi diri sendiri, ga percaya dengan diri sendiri

Harusnya manusia harus percaya dengan diri sendiri bagaimanapun kondisinya. Meskipun sulit namun harus.

Sumber gambar fitur : https://www.google.com/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwjRhvuL0dXjAhVVXn0KHaGzD7AQjhx6BAgBEAM&url=https%3A%2F%2Ftheimmeasurable.org%2Fthe-ego-self-system-part-i-a-historical-perspective&psig=AOvVaw2xE_KNQP8I9JC2mh940U1E&ust=1564335249239756

Iklan

Part #2 – Gunung Guntur Mahameru-nya Jawa Barat

Lanjutan dari Part #1 ya.

IMG_20190609_052823

Keindahan kota Garut yang telihat dan Gunung Ciremai

Setelah memakan waktu kurang lebih 2 jam selama perjalanan akhirnya sampai di basecamp sekitar pukul 2 pagi. Akhirnya memarkirkan motor kemudian mengurus simaksi, keadaan waktu itu sudah sepi, ga terlihat juga siapa yang mendaki, tetapi terlihat banyak pendaki yang tengah berada dijalur pendakian, mungkin saja berangkat sekitar jam 12an malam. Ketika mengurus simaksi juga petugas menyarankan agar memakai jasa guide dari masyarakat sekitar yang di patok dengan harga 100 ribu, lumayan juga menurut kami berdua harga yang ditawarkan.

Akhirnya setelah aku berdua dengan kawanku ngobrol untuk mengambil keputusan apakah memakai jasa guide atau istirahat dulu di basecamp, misal ada yang berangkat kita akan ikut. Kemudian selang beberapa waktu akhirnya kami tidur di basecamp sembari benar-benar membuat tubuh agak terisi staminanya dengan tidur agar ketika mendaki sudah ada stamina lagi. kemudian kami tertidur sekitar 2 jam-an karena kita membuka mata ada suara riuh ternyata ada salahsatu rombongan pendaki mendaki pukul 4 pagi, lalu ngobrol dengan pendaki itu apakah bisa ikut bergabung dalam rombongan untuk mendaki atau tidak dan mereka mengiyakan yang artinya kami bersiap-siap untuk berangkat bersama rombongan

Setelah melewati pos 1 ada pos simaksi lagi yang nantinya akan ada semacam form yang diberikan yang ketika sampai di pos berikutnya akan minta tanda tangan di form yang ada, pada saat turun akan dikembalikan pada petugas di pos 1 itu. Untuk biayanya sendiri seingat aku sekitar 15ribu perorang karena tidak menginap, misal menginap kalau aku tidak salah 30ribu

Setelah simaksi kedua selesai diselesaikan melanjutkan perjalan menuju pos 3, tempat berdirinya banyak tenda-tenda pendaki. setelah sekitar 3 jam-an dalam perjalanan hingga sampai pos 3 ternyata luar biasa, ada penyewaan tenda, gasmet, sleepingbag, dll disitu, ada mushola dan toilet juga, luar biasa banget! tau gini ga perlu capek-capek bawa carrier celoteh kami berdua hahahha
Processed with VSCO with hb2 preset
Kemudian kami masak dulu di pos 3 agar stamina kembali ada lalu sekitar jam 9an pagi kami melanjutkan perjalanan ke puncak. Jalan yang terjal dan berpasir membuat langkah sangat amat lambat, naik 2 langkah turun selangkah. Wajar julukan gunung ini MAHAMERU JAWA BARAT karena memang benar demikan. Selang beberapa jam sekitar pukul 12 siang kami sampai di puncak 1 gunung Guntur. Kenapa sebutannya puncak 1 ? ya! karena gunung ini memiliki 5 puncak! gilak! satu puncak aja sudah luar biasa lelahnya ditambah panas kemudian track yang berpasir membuat langkah semakin lelah.

IMG_20190610_075217_056

Pos 3 ada bendara sang saka Merah Putih disana

Sampai di Puncak akan terlihat juga pucak yang ke 2, kalau kalian naik lagi ke puncak 3 akan terlihat puncak 4 dan seterusnya

Processed with VSCO with hb2 preset

Puncak ke 2 dibelakang aku

IMG_20190609_115823

Bersama Hanhan, kawan dari Tasikmalaya, Jawa barat

PSFix_20190611_163019

Menikmati diatas bebatuan

Sekian cerita dari Gunung Guntur, nanti akan ku tuliskan juga cerita di tempat-tempat lainnya ya.

Terima kasih konkawan

Part #1 – Gunung Guntur Mahameru-nya Jawa Barat

Baru dengar juga tentang Gunung Guntur yang berada di Garut, Jawa Barat ini. Sebelum mulai pendakian menyempatkan untuk membaca artikel-artikel tentang Gunung yang satu ini yang memiliki ketinggian 2.249 mdpl tepatnya berada di daerah Garut, Jawa Barat.

Gunung ini menjadi salahsatu gunung yang pertama aku daki di Jawa Barat menjadi pengalaman yang baru juga. Ketika mendaki gunung ini aku hanya berdua dengan seoarang kawan yang berasal dari Tasikmalaya. Sebelum ke Tasikmalaya sebenarnya aku dari Bandung terlebih dahulu karena merayakan Idul Fitri bersama keluarga disana, selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Tasikmalaya setelah ngobrol dulu beberapa waktu setelah lebaran dengan kawan ini

Dengan persiapan yang minim sebenarnya tapi bisa di backup oleh kawan yang di Tasikmalaya untuk menyewa sepatu, nesting, kompor dan tenda, karena berangkat dari Bandung yang seharusnya pukul 8 pagi sudah berangkat namun terkendala arus balik yakni bus yang ingin aku naiki malah tidak datang-datang, setelah tanya ke petugas bus yang di terminal juga sore hari baru sampai di terminal tersebut sekitar pukul 3 sore. Pasti terlalu lama dan menjadikan berangkatku yang menjadi ngaret dan juga planing awal yang jam 10 malam sudah berangkat ke Basecamp malah ngaret.

Akhirnya setelah ngecek tiket kereta kebetulan dapat tiket yang menuju Tasikmalaya yang harga tiket dibandingkan dengan Bus sama harganya. Yasudah langsung saja aku beli dong. Setelah berlalu perjalanan sekitar 5 jam akhirnya sampai Tasikmalaya lalu dijemput kawan yang di Tasikmalaya menuju rumahnya untuk prepare perlengkapan serta aku istirahat sebentar untuk memulihkan badan karena lelah berjam-jam dalam perjalanan dan memakan waktu sekitar 2 jam juga nantinya menuju Basecamp Gunung Guntur di Garut

Processed with VSCO with hb2 preset

Di Pom Bensin menuju Basecamp Gunung Guntur

Setelah prepare perlengkapan diri dan kendaraan akhirnya menuju basecamp Gunung Guntur, meluncur!

Untuk kelanjutannya ceritanya nanti di Part 2 ya konkawan, pastinya lebih seru!

#1 Kuliner – Mie Aceh Ter-enak di Tanah Ngapak, Purwokerto

Mie Aceh Purwokerto

Mie Aceh Assalam Meutuah

Sebagai seorang yang lahir di Tanah Rencong (Baca: Sebutan Aceh) Mie Aceh menjadi bagian yang gak bisa terpisahkan, dari kecil udah biasa makan Mie Aceh serta menjadi keseharian misal ada hajatan atau sekadar hari biasa tanpa ada acara apapun, ya, pasti ada aja keinginan untuk makan Mie Aceh

Bukan hanya karena lahir di Tanah Rencong lalu menyukai Mie Aceh, tidak begitu ferguso~

Mie sendiri udah melekat sekali dengan aku, ya, Mie adalah kesukaanku entah itu Mie Aceh, Bakso, Mie Ayam maupun Indomie (Yang ini jarang kok:D). Setiap minggu rasanya kalau engga makan salah satu yang aku sebutin rasanya mulut ada sesuatu yang kurang! ya segitunya

Makanya itu waktu ke Jawa tepatnya Kota Purwokerto, hal yang aku cari pertama yaitu Mie Aceh! Rasanya kalau ada Mie Aceh disini, rasa rindu kampung halaman bisa terobati disamping itu memuaskan nafsu untuk makan Mie Aceh hahaha

Dalam beberapa hari di Purwokerto keliling kota ini untuk mencari dimana aja ada yang menjual Mie Aceh, aku mendatangi satu-satu, jumlah yang menjual Mie Aceh di Purwokerto belum terlalu banyak, masih bisa di hitung dengan jari kaki eh hahaha. Ya, intinya masih sedikit, kalau ga salah masih 3 warung Mie Aceh

Setelah mencoba ketiga-tiganya, ada salah satu warung Mie Aceh yang menjadi tempat favorite untuk makan Mie Aceh, dalam setiap minggu pasti ada minimal sekali untuk menyantap Mie Aceh disini. Yang jual asli dari Aceh. Kalau yang aku sebutkan tadi, 2 warung yang menjual Mie Aceh malah yang jual dari orang Jawa sendiri, dan menurutku itu tidak sesuai dengan rasa yang seharusnya

Oleh karena itu Warung Mie Aceh Assalam Meutuah yang berlokasi di Jl. Masjid No. 43 (Dekat Alun-Alun Kota Purwokerto) selalu menjadi tempat favorite untuk makan Mie Aceh. Dalam beberapa kali juga banyak teman-teman yang aku ajak kemari untuk menyantap Mie Aceh. Dan respon dari mereka bermacam-macam. Karena kita tau sendiri untuk orang Jawa mulutnya lebih senang ke yang manis-manis (sebagian) karena itu, sebagian ada yang suka, sebagian ada yang gak pas di mulutnya

Processed with VSCO with hb2 preset

Menu di Mie Aceh Assalam Meutuah

Untuk harga yang ditawarkan juga masih standard, ya masih sesuai dengan kantong-kantong apalagi kita yang mahasiswa ini~

Banyak vairan Mie Aceh yang tawarkan, jika suka dengan seafood ada, yang tidak suka biasanya pesan Mie Aceh Biasa

Processed with VSCO with hb2 preset

Tempat Masak Mie Aceh Assalam Meutuah

Ya, memang tempatnya yang kecil menjadikan sedikit agak terbatas kalau lebih dari 10 orang tidak bisa mendapatkan tempat duduk. Paling ya ngantri atau dibawa pulang makan dikosan~

Processed with VSCO with hb2 preset

Meja dan Kursi Mie Aceh Assalam Meutuah

Meja dan Kursi yang masih sederhana juga. Namun, untuk rasa di jamin! enaaaak! gak bakal nyesel makan disini. Kita do’akan saja tempatnya semakin besar ya~ Aamiin.

Kalau kalian suka kuliner, wajib banget buat kemari, kalian harus nyoba ya konkawan~

#1 Cerita Rantau – Ramadhan ke 3 di Purwokerto

Purwokerto
Seharusnya cerita ini dimulai tahun 2017 saat pertama kali merasakan Ramadhan di Purwokerto untuk pertama kalinya, namun mulai ingin menulis cerita di Purwokerto malah di tahun 2019 ini, ya, tahun terakhir di Purwokerto

Purwokerto sendiri menjadi kota kedua untuk aku merantau yang sebelumnya di Medan, Sumatera Utara selama 3 tahun untuk menyelesaikan sekolah smk disalahsatu smk yang udah ga asing lagi

ya, tahun 2015 disini sangat asing banget, wajar sih, karena sebelumnya dari Medan salahsatu kota Metropolitan terus ke Purwokerto yang ternyata masih kota kecamatan 😀 ya, baru taunya disini. Dalam beberapa bulan disini masih ngerasa asing banget, apalagi lingkungannya yang mayoritas itu Jawa Ngapak. Ya, agak sedikit berbeda dengan jawa yang lain, misal, Jogja terkenal halus dalam berkata. Nah, disini malah beda. Kata orang disini juga emang Jawanya kaya kasar gitu. Namun ya gamasalah, karena aku pendatang ya harus paham dan bisa beradaptasi dengan orang-orang sini. Lambat laun juga terbiasa

Di kampus sendiri mayoritas adalah perantau mulai dari Aceh, Medan, Jambi, Lampung, Palembang, Jakarta, Bandung, Kalimantan, NTT, NTB, Bali, Makassar, Papua, dari seluruh penjuru nusantara pasti ada disini deh!

Ohya, aku kuliah di Institut Teknologi Telkom Purwokerto. kampus yang mempersatukan seluruh anak penjuru bangsa. Karena disini emang semua anak daerah ada.

Tapi di kota kecil ini banyak hal yang didapatkan, mulai dari kesederhanaan hingga hal mensyukuri hidup

Ramadhan ke 3 di Purwokerto kali ini senang sekaligus sedih, karena mungkin ramadhan kali ini adalah ramadhan terakhir di kota ini. Selanjutnya, kayanya bakal ke kota lainnya lagi. Nyamannya udah dapat disini, ketemu dengan keluarga baru dari seluruh penjuru nusantara yg  utamanya.

Mungkin dalam beberapa tulisan aku selanjutnya akan banyak bahas tentang Purwokerto ini. Kota yang sebentar lagi aku tinggalkan untuk menuju kota perantauan selanjutnya.

Air Mancur Terbesar Se-Asia Tenggara dan Kuburan Kereta di Purwakarta

Mengunjungi suatu tempat di seluruh daerah yang ada Indonesia itu menyenangkan kawan, dimana kita bisa melihat perbedaan pada masing-masing daerah, itu pula yang menyenangkan

Beberapa hari lalu aku ke Purwakarta ngehadirin acara tunangan seorang sahabat di Purwakarta, ini kali kedua aku ke Purwakarta. Kotanya ga terlalu besar hampir mirip dengan Purwokerto namun isinya orang-orang yg beda, beda disini maksudnya sukunya gitu, mayoritas di Purwakarta itu suku Sunda kalo di Purwokerto suku nya dalah Jawa Ngapak, yang make inyong-inyong itu 😀

Keesokan seharinya setelah sampai di Purwakarta bersama dengan teman yang lainnya kami di ajak ke alun-alun kota Purwakarta, mengelilingi balaikota karena di alun-alun tersebut terdapat balai kota Purwakarta. Sangat rapi, asri, hijau tentunya jika bersama-sama keluarga kemari sangat cocok. Untuk di alun-alun sendiri ada jam kunjung, kalau tidak salah sampai pukul 17.00 WIB.

Kemudian pada malam hari kami di ajak ke Taman Air Mancur Terbesar se-Asia Tenggara yaitu Taman Air Mancur Sri Baduga Purwakarta. Saat setelah di resmikan pada tahun 2016 taman air mancur ini menjadi ikon baru kota Purwakarta. Karena saat sore kesana banyak juga yang masih jogging mengelilingi taman air mancur ini, benar-benar wisata rakyat sekali. Kemudian malam harinya, biasa untuk pertunjukan hanya di malam minggu saja

Indah sekali bukan ? kalau kalian ke Purwakarta harus kemari karena kalau engga sangat di sayangkan sekali 😀

Ehiya, waktu ke Purwakarta aku nyempatin untuk dateng ke Kuburan Kereta di Purwakarta pastinya kalian udah pernah dengar kan ?

Jadi disini seperti namanya, semuanya adalah bangkai kereta yang tidak di gunakan lagi dan jumlahnya sangat banyak. Namun, pada saat kesana jumlah bangkai kereta mulai berkurang karena kalau tidak salah pada saat bertanya pada warga sekitar, lokasi kuburan kereta ini mau di alih fungsikan.

Mungkin itu dulu artikel mengenai Purwakarta karena saat aku ke Purwakarta baru kesitu doang, sebenarnya masih banyak banget wisata di Purwakarta, kalau kalian penasaran banyak artikel maupun akun instagram yang bernuansa eksplore Purwakarta akan memberikan informasinya buat kalian

Sampai ketemu di artikel selanjutnya ya, konkawan!

Sehat selalu kalian, karena sehat itu mahal!

Renang di Tengah Sawah ?

Percaya ga sama judul artikel ini ? hahaha

Banyak banget temen ku yang ga percaya, sampai aku bilang itu cuma editan! wkwk. ya biarin aja, lagian ga percayaan, padahal udah jelas-jelas aku posting di instagram ku. coba deh liat foto dibawah ini, apakah kalian percaya atau ngga percaya kaya temen ku ya gapapa 😀
Processed with VSCO with hb2 preset
Kolam Renang di Tengah Sawah, Desa Melung, Baturraden, Jawa Tengah

Nah, udah percaya belum ? ini bener-bener di tengah sawah lho konkawan. Menjadi pengalaman yang seru banget buat diri sendiri kalau kemari, kapan lagi renang di tengah sawah dan di kelilingi oleh gunung-gunung. Dan, satu lagi, dari sini bakal keliatan view dari Gunung Slamet yang bagus banget!

Untuk kemari tuh mudah banget! Kalau kalian warga Banyumas maupun Purwokerto dan sekitarnya pasti ga asing lagi kan sama Bukit Tranggulasih, nah kalau ada paham arah kesana, belum sampai ke tranggulasihnya entar di sebelah kanan setelah tanjakan lokasinya

Kalau kalian dari luar Purwokerto, kalian bisa liat maps ataupun nanya ke warga sekitar arah ke Bukit Tranggulasih, pasti tau orang-orang sekitar. Atau ga, tanya aja arah ke Curug Bayan, nah setelah sampai Curug Bayan dapat pertigaan sehabis jembatan entar belok kiri melewati kandang-kandang ayam kemudian dapet pertigaan kalau ke kanan (menanjak) arah Bukit Tranggulasih ga jauh dari situ tepatnya di sebelah kanan tulisan Wisata Desa Melung. Kalau dari jalan ga keliatan kolam renangnya. Nanti ada jalan setapak tapi kalau motor bisa masuk

Biaya masuknya sendiri murah banget, lho! tau ngga berapa ? ya, hanya 5 Ribu Rupiah! Murah banget kan! kalau di bandingin dengan biaya masuk wisata di kota-kota bakal jauh banget bedanya.

Kalau kalian ke Purwokerto wajib banget aku saranin kemari, harus nyoba sensasi renang di tengah sawah 😀

Processed with VSCO with hb2 preset